Rehabilitasi Pantai Dengan Pemecah Gelombang Ambang Rendah Berbahan Geotube Studi Kasus Pantai Tanjung Kait, Tangerang

Dede Sulaiman

Abstract


Makalah ini menyajikan hasil kajian prototipe PEGAR di lapangan, berdasarkan monitoring kinerja prototipe, dan perubahan profil pantai di belakang struktur. Struktur pemecah gelombang ambang rendah (PEGAR) akan berfungsi baik, apabila keberadaannya tidak hanya mampu memulihkan pantai yang tererosi yang berada di belakang struktur, tetapi juga mampu memperlebar pantai ke arah laut dengan terbentuknya salien atau lahan timbul. Demikian pula energi gelombang yang melewati struktur tersebut mengalami pelemahan yang memungkinkan terjadinya proses sedimentasi di pantai. Kriteria keberhasilan penerapan pemecah gelombang tenggelam hanya dapat diketahui dari hasil monitoring secara kontinu setelah struktur tersebut dibangun. Parameter hidraulika kelautan seperti tinggi dan periode gelombang, kemiringan pantai, dan tinggi jagaan dari struktur PEGAR sangat berpengaruh, baik terhadap transmisi gelombang maupun terhadap profil pantai yang terbentuk di belakang struktur PEGAR. Pemasangan tiga prototipe PEGAR Geotube dipantai Tanjung Kait pada elevasi muka air rata-rata (MSL), telah menunjukkan respons positif terhadap garis pantai di belakangnya. Hasil monitoring perubahan garis pantai telah menunjukkan terbentuknya lahan timbul yang disambut baik oleh masyarakat setempat. Setelah enam bulan pemasangan, profil pantai baru di belakang struktur tersebut maju sekitar 6-10 m dan volume pasir yang terendapkan dalam bentuk lahan timbul sekitar 4000 m3. Kondisi pantai di sekitar pemasangan prototipe geotube memperlihatkan profil pantai yang stabil dan berbeda dengan profil pantai sebelum dipasang struktur.

Keywords


Prototipe, pemecah gelombang ambang rendah, perlindungan pantai, geotube, Pantai Tanjung Kait

References


Alvarez, E., Rubio, R. dan Ricalde H. 2006. Shoreline restored with geotextile tubes as submerged breakwaters. Geosynthetics Magazine, Volume 24, Nimber 3, pp 1-8.

Battjes, J. 1974. Surf Similarity. Proceedings of the International Conference on Coastal Engineering, ASCE, pp.466-480..

Black, K. And Andrew, C. 2001. Sandy shoreline response to offshore obstacles part 2: Discussion of formative mechanism. Journal of Coastal Research 29, 94-101

Buccino, M., dan Calabrese, M. 2007. Conceptual Approach for Prediction of Wave Transmission at Low Crested Breakwaters. .Journal of Watrway, Port, Coastal, and Ocean Engineering. ASCE, 133(3), May, pp 213-224.

Caceres, I., Sanchez-Archilla, A., Alsina, J., Gonzalez-Marco, D. 2005. Coastal dynamics around a submerged barrier, 5 th International Conference on Coastal Dynamics, pp 158-162.

Coastal Engineering Research Center. 2003. Coastal Engineering Manual. Department of the Army, Waterways Experiment Station, Corps of Engineers, Vicksburg, Mississippi.

Dattatri, J., Raman, H. and Shankar, N.J. 1978. Performance Characteristics of Submerged Breakwater. Proc. of the 16th Coastal Engineering Conf., Hamburg, Germany, pp.2153-2171.

Dean, R.G. and Dalrymple, R.A. 2000. Water Wave Mechanics for Engineerrs and Scientist. CED Series on Ocean Engineering-Volume 2, World Scientific.

Durgappa H.R. 2008. Coastal Protection Works. Proceedings of COPEDEC VII, Dubai, UAE

Ergin A.C., Yaliner S., Pamuku, and B. A. Derun. 2003. Transmission of waves Through the Breakwaters Constructed with Geotextile Tubes. Proceedings of COPEDEC VI, Colombo, Sri Lanka.

Hanson, H. and Kraus, N.C. 1990. Shoreline Response to a Single Transmissive Detached Breakwater. Proc. 22nd Coastal Engineering Conf. ASCE. The Hague.

Kularatne, S.R., Kamphuis, J.W., dan Dabees, M.A. 2008. Morphodynamics around Low Crested Breakwaters Transmission of Wave Through Breakwaters A Numerical Study. Proc. of the 7th Coastal and Port Engineering Conference in Developing Countries. Dubai, UAE, pp. 1-19.

Oumeraci, H. dan Recio, J. 2010. Geotextile Sand Containers for Shore Protection, Handbook of Coastal and Ocean Engineering. ed. Y.C.Kim (World Scientific Publishing), Chapter 21, hal. 553-600.

Pilarczyk, K.W. 2003. Design of Low Crested (Submerged) Structures- an Overview-, Proceedings of COPEDEC VI. Colombo, Sri Lanka.

Pusat Litbang Sumber Daya Air. 2010. Advis Teknik Penanggulangan Erosi Pantai Tanjung Kait, Tangerang. Laporan Akhir, Bandung.

Pusat Litbang Sumber Daya Air. 2010. Pembuatan Prototip Pemecah Gelombang Ambang Rendah. Laporan Akhir, Bandung.

Ranasinghe, R. and.Turner, I.L. 2004. Process governing shoreline response to submerged breakwaters: Multifunction structures- a special case. Coastal Engineering 53 (1): 1984-1986.

Ranasinghe, R. and.Turner, I.L. 2006. Shoreline response to submerged structures: A review. Coastal Engineering 53 (1): 65-79.

Supartanto, B., Sulaiman, D.M., Asikin, Triadi, B.,Sihombing,M.,Togatorop,A., Kurniati T., Ideris, I., Riandini, F., dan Simanungkalit, P. 2002. Tinjauan Umum Pengembangan Rawa dan Pantai di Indonesia: Permasalahan dan Perspektif ke Depan. Balai Rawa dan Pantai. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air, ISBN 979-3197-03-X.

Submerged Breakwaters. www.artificialreefs.org/ (diakses 10 Desember 2009 jam 20.00)

Vogt H. 2008. Long-term Weathering Behaviour of Geotextiles. Proceedings of COPEDEC VI. Colombo, Sri Lanka,

Weerakoon, S., Mocke, G.P., Smit, F., dan Zahed, K. 2003. Cost Effective Coastal Protection Works Using Sand Filled Geotextile Containers. Proceedings of COPEDEC VI, Colombo, Sri Lanka




DOI: https://doi.org/10.32679/jth.v3i2.267

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Bintek SDA

Indexed by:
   
     
 
 
 
Sekretariat:
 
Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
 
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.