OPTIMALISASI DOSIS KOAGULAN ALUMINIUM SULFAT DAN POLI-ALUMINIUM KLORIDA (PAC) UNTUK PENGOLAHAN AIR SUNGAI TANJUNG DAN KRUENG RAYA

Ignasius D.A. Sutapa

Abstract


Aceh Besar merupakan salah satu kabupaten yang terkena bencana alam gempa bumi dan tsunami di provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Kualitas air permukaan dapat tercemar karena bencana alam tersebut. Sungai Krueng Raya dan Sungai Tanjung merupakan sumber air yang digunakan oleh masyarakat Kabupaten Aceh Besar. Tujuan penelitian ini adalah diperolehnya informasi kriteria mutu dan penetapan kelas air Sungai Tanjung dan Krueng Raya, serta jenis dan konsentrasi koagulan yang optimal untuk mengolah air sungai. Hasil penelitian didapat bahwa Air Sungai Krueng Raya dan Sungai Tanjung mengandung kekeruhan yang tinggi sehingga terklasifikasi dalam air kelas II berdasarkan PP No. 81/2001. Percobaan pengolahan telah dilakukan pada dua sungai tersebut dengan cara koagulasi-flokulasi menggunakan alat jar test untuk mendapatkan dosis koagulan optimum. Dosis optimum yang diperoleh adalah alumunium sulfat 35 ppm dengan efesiensi sebesar 66,1% dengan biaya bahan baku sebesar Rp 140,00 per m3 untuk pengolahan air Sungai Tanjung. Sedangkan koagulan optimum air Sungai Krueng Raya adalah aluminium sulfat 30 ppm dengan efesiensi sebesar 63,9% dengan biaya bahan baku sebesar Rp 120,00 per m3. Setelah koagulasi-flokulasi diperoleh penurunan kekeruhan air yang memenuhi syarat untuk diolah lebih lanjut menjadi air minum.

Keywords


Koagulan, waktu sedimentasi, efisiensi, alumunium sulfat, PAC

References


Aminzadeh B, Sarparastzadeh H, Saeedi M, Naeimpoor F. 2007. Pretreatment of municipal wastewater by enhanced chemical coagulation. Int J Environ Res 1:104-113.

Badan Pusat Statistik Aceh. 2011. Statistik Daerah Provinsi Aceh 2011. Aceh

Badan Standarisasi Nasional 2008. SNI 6989.57:2008, Metoda Pengambilan Contoh Air Permukaan

Dempsey BA. 1998. Synthesis and speciation of polyaluminum chloride for water treatment. EnvirontInt24:899-910

Gao BY, Yue QY, Wang BJ, Wang SG. 2005. Characterization and coagulation of a Polyaluminum Chloride (PAC) coagulant with high Al13 content. J Environ Mgmt. 76:143-147..

Geng, Y. 2005.Applications of Floc Analysis for Coagulation Optimization at The Split Lake Water Treatment Plant.Manitoba :University of Manitoba Press.

Haines, M.G. 2003. Impact of Dual Alum and PolyAluminium Chloride Coagulation on Filtration. Colorado: Colorado State University.

Haruna, R., Ejobi, F. and Kabagambe, E.K. 2005.The quality of water from protected springs in Katwe and Kisenyi parishes, Kampala city, Uganda.Afr. Hlth. Sci., 5: 14-20.

Hendrawan D. 2005. Kualitas Air Sungai dan Situ di DKI Jakarta. Makara, Teknologi. Vol 9 (1) : 13-15

Jensen, P. K., Jayasinghe, G., Van Der Hoek, W.,Cairncross, S. and Dalsgaard, A., 2004. Is there an association between bacteriological drinking water quality and childhood diarrhoea in developing countries. Trop. Med. Int. Hlth., 9:1210-1215.

Karamah EF, Bismo S, Simbolon HM. 2008. Pengaruh ozon dan konsentrasi zeolit terhadap kinerja proses pengolahan limbah cair yang mengandung logam dengan proses floktuasi. Makara 12:43-47.

Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. 2005. Laporan Pengelolaan Lingkungan Pasca Bencana Gempa dan Tsunami di Propinsi Nangroe Aceh Darusalam (NAD) dan Sumatera Utara.

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 907/MENKES/SK/VII/ 2002 tentang Syarat-syarat dari Pengawasan Kualitas Air Minum.

Lee, Sun-Jong, Yoon-Jin Lee, Sang-ho Nam. 2008. Improvement in the Coagulation By Combining Al and Fe Coagulants in Water Purification. Korean J.Chem.Eng Vol 25(3): 505-512.

Lin, Sun Dar. 2007. Water and Wastewater Calculations Manual, edition. New York : The Mac Graw Hills Companies, Inc

Nanan, D., White, F., Azam, I., Afsar, H. and Hozhabri, S., 2003. Evaluation of water, sanitation, hygiene education intervention on diarrhea in northern Pakistan.Wld. Hlth. Org. Bull.Geneva, 81:160 165.

Pemerintah Republik Indonesia. 2001. Peraturan Pemerintah Nomor: 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air, Jakarta

Ropmpre, A., Servais, P., Baudart, J. 2002. Detection and enumeration of coliforms in drinking water: current methods and emerging approaches. J Microbiological Methods 49 : 31 - 54.

Sincero, A. P and Sincero, G. 2003. Physical- Chemical Treatment of Water and Wastewater. London: IWA Publishing

Sugiarto. 2006. Dasar Dasar Pengelolaan Air Limbah. Jakarta : UI Press

Teng ST. 2000. Gambaran Umum Penanganan Limbah. Jakarta: PT Nusantara Water Centre.

Wiwoho. 2005. Model Identifikasi Daya Tampung Beban Cemaran Sungai Dengan Qual2e Study Kasus Sungai Babon. Semarang : Universitas Diponegoro Press

Xu, R., Y.P.Zhang, and J.Gregory. 2006. Different Pollutants Removal Efficiencies and Pollutants Distribution With Particle Size of Wastewater Treated by CEPT Process. Water Practice and Technology. 1(3): 1-7

Zhan, H, X.Zhang, and X .Zhan. 2004. Coagu-Flocculation Mechanism of Flocculant and Its Physical Model. Separation Technology VI: New Perspectives on Very Large-Scale Operations. RP3 (8): 1-11




DOI: https://doi.org/10.32679/jth.v5i1.298

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 JURNAL TEKNIK HIDRAULIK

Indexed by:
   Sinta Science and Technology IndexCrossref logo 
 
       
 
 
 
Sekretariat:
 
Pusat Litbang Sumber Daya Air, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat