PEMODELAN NUMERIK BANGUNAN SHIPLOCK DALAM RANGKA PENGURANGAN EMISI CO2 DI LAHAN GAMBUT (STUDI KASUS : SEI AHAS)

Nuryanto Sasmito Slamet

Abstract


Shiplock merupakan salah satu pilihan paling baik untuk mengurangi emisi CO2 pada lahan gambut karena kemampuannya dalam mempertahankan elevasi muka air sungai namun bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dalam memanfaatkan sungai sebagai jalur transportasi. Pemodelan numerik dilakukan untuk mengetahui efek suatu bangunan terhadap hidrodinamika sungai dan stabilitas rencana bangunan yang ada. Pemodelan tersebut dilakukan dengan skenario yang menggambarkan kondisi lapangan yang ada. Skenario pertama dilakukan untuk mengkalibrasi model numerik yang dikembangkan. Skenario optimum dilakukan dengan penambahan pelimpah samping berupa pipa berdiameter 12. Kesahihan suatu model dalam menirukan keadaan lapangan secara visual disajikan dengan penambahan nilai kuantitatif model numerik yang dikembangkan. Bangunan shiplock direncanakan pada tiga lokasi rencana di ruas sungai yang ditinjau. Nilai PBIAS dan RMSE model hasil pengembangan < 10% untuk lokasi 1 dan 2 serta 10% 15% di lokasi 3. Kenaikkan muka air akibat dari rencana bangunan shiplock dengan menambahkan pelimpah samping mencapai 1,135 m dilokasi 1, 1,39 dilokasi 2, dan 0,395 dilokasi 3. Simulasi stabilitas bangunan shiplock dilakukan dengan dua skenario, yaitu kombinasi cerucuk, pasir dan beton bertulang, serta kombinasi cerucuk, timbunan tanah kerikil, combogrid. Skenario pertama mempunyai angka aman 2,9 dengan waktu konsolidasi 46,14 hari, sedangkan skenario kedua mempunyai angka aman 2,2 dengan waktu konsolidasi 35,48 hari.

Keywords


Pemodelan numerik stabilitas, pemodelan hidrodinamika sungai, shiplock, PBIAS, RMSE

References


Agus, F. dan I.G. M. Subiksa. 2008. Lahan Gambut: Potensi untuk Pertanian dan Aspek Lingkungan. Balai Penelitian Tanah dan World Agroforestry Centre (ICRAF), Bogor, Indonesia.

BSN, (1991). Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka. SNI-03-2414-1991.

BSN, (1992). Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka dengan Alat Ukur Arus Tipe Baling-baling. SNI-03-2819-1992.

Danish Hydraulic Institute, (2008). Mike 11 A Modelling System for Rivers and Chanels User Guide

Plaxis bv, (2014). Plaxis 2D Tutorial Manual

Plaxis bv, (2014). Plaxis Scientific Manual.

Moore, T. R., Knowles, R. (1989). The Influences of Water Table Levels on Methane and Carbon Dioxide Emissions from Peatland Soil. Canadian Journal of Soil Science.

Moriasi, D. N., Arnold, J. G., Liew, M. W. Van, Bingner, R. L., Harmel, R. D., & Veith, T. L. (2007). "Model Evaluation Guidelines for Systematic Quantification of Accuracy in Watershed Simulations" Transactions Of The Asabe, 50(3), 885900.

Nash, J.E., and Sutcliffe, J.V., : River flow forecasting through conceptual models: Part 1. A discussion of principles. J. Hydrology., Vol. 10(3), pp 282-290, 1970.

Sorooshian, S., Q. Duan, and V. K. Gupta. (1993). Calibration of rainfall-runoff models: Application of global optimization to the Sacramento Soil Moisture Accounting Model. Water Resources Research. 29 (4), 1185-1194.




DOI: https://doi.org/10.32679/jth.v5i1.299

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 JURNAL TEKNIK HIDRAULIK

Indexed by:
   Sinta Science and Technology IndexCrossref logo 
 
       
 
 
 
Sekretariat:
 
Pusat Litbang Sumber Daya Air, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat