PENYEMPURNAAN DESAIN BANGUNAN PELIMPAH CILEUWEUNG DENGAN UJI MODEL HIDRAULIK FISIK

Sarwono Sarwono, Kirno Kirno

Abstract


Kesempurnaan desain hidraulik bangunan pelimpah bendungan dapat dilakukan dengan uji model hidraulik (UMH) fisik di laboratorium. Tujuan dari pengujian adalah untuk mempelajari perilaku hidraulik bangunan pelimpah dengan komponen pelengkapnya. Metode yang digunakan dalam pemodelan adalah mencakup pembuatan model fisik, dan uji pengaliran. Pengujian hidraulik dilakukan dalam 3 seri, antara lain: seri I tes desain; seri II dan III merupakan tes perbaikan/penyempurnaan dimensi pelimpah, modifikasi kolam olakan dari tipe USBR II menjadi tipe flip bucket yang lebih baik dan pengamanan gerusan lokal akibat loncatan air dari kolam olakan dengan flunge pool. Perbaikan dengan memodifikasi secara coba-coba, sehingga didapat desain bangunan pelimpah yang aman dari segi hidraulik, dimana tinggi jagaan untuk semua debit rencana aman, pola aliran di saluran luncur tidak terjadi aliran silang dan tekanan isap dapat dikendalikan. Juga kolam olakan dapat meredam energi dengan baik, serta gerusan lokal di hilir kolam olakan dapat dikendalikan. Hasil penyempurnaan didapat modifikasi, seri terbaik yang akan digunakan sebagai bahan rekomendasi untuk diterapkan di lapangan.

Keywords


Pelimpah; desain awal; UMH fisik; modifikasi; rekomendasi

References


Balai Sungai, Puslitbang SDA Uji Model Fisik Embung Samiran Boyolali) Tahun 2009

Ministry of Public Works Agency for Research and Development Research Center For Water Resources

Hydraulic Model Test on Wonogiri Dam Reservoir Nopember 2010

United States Departement of The Interior Bureau Of Reclamation Design Of Small Dams Second Edition 1973.

Prof. Dr. Ir. Bambang Triatmodjo, CES, DEA. Hidraulika I Edisi Revisi cetakan Ke 11




DOI: https://doi.org/10.32679/jth.v5i2.306

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 JURNAL TEKNIK HIDRAULIK

Indexed by:
   Sinta Science and Technology IndexCrossref logo 
 
       
 
 
 
Sekretariat:
 
Pusat Litbang Sumber Daya Air, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat