WATER MANAGEMENT FOR PEAT SWAMP REHABILITATION IN SEI AHAS, CENTRAL KALIMANTAN, INDONESIA

Nur Azis, Indra Setya Putra, F. X. Suryadi

Abstract


Di Kalimantan Tengah, pembangunan jaringan saluran secara besar-besaran dan sangat kompleks menyebabkan kerusakan dan degradasi yang intensif terhadap kondisi gambut dan rawa gambut yang ditandai dengan perubahan tutupan lahan, penurunan muka air tanah, kebakaran, beberapa bencana kekeringan, penurunan tanah, dan lain sebagainya. Salah satu langkah untuk mengatasi kondisi tersebut adalah dengan mengatur kondisi hidrologi di area tersebut. Duflow digunakan untuk mensimulasi tinggi muka air di saluran dan Modflow digunakan untuk mencari distribusi dan karakteristik dari muka air tanah di lapangan. Berdasarkan simulasi dari 2 model tersebut, kondisi eksisting (musim kering), area studi mengalami kekeringan karena muka air tanah turun lebih dari 1 m dibawah permukaan tanah. Hasil yang diperoleh, usaha untuk merehabilitasi rawa gambut dengan mengatur muka air tanah mendekati elevasi permukaan tanah melalui 2 skenario (canal blocking and pemasangan bendung bertingkat) di musim kering tidak sepenuhnya menyelesaikan semua masalah di area itu. Meskipun hasilnya akan berbeda, jika itu disimulasikan di musim basah ketika pengaruh air hujan dimasukkan ke dalam perhitungan, beberapa langkah lain seharusnya di diterapkan seperti pendekatan manajemen air lainnya dan program silvikultur. Dalam pendekatan silvikultur, beberapa teknik dan prosedur seharusnya dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas tutupan lahan guna mendukung fungsi hidrologi secara alamiah. Penanaman kembali secara intensif semestinya dilakukan di lapangan melalui sistem jalur. Jadi, dengan 2 pendekatan yang terintegrasi tersebut, tingkat kesuksesan dalam rehabilitasi rawa gambut akan dapat dioptimalkan.

Keywords


Manajemen air, rehabilitasi rawa gambut, budaya tanam, Duflow, Modflow

Full Text:

PDF

References


Andriesse, J. P. 1988. Nature and Management of

Tropical Peat Soils. Rome: FAO.

Harbaugh, A. W., E. R. Banta, M. C. Hill, and M. G.

McDonald. 2000. MODFLOW-2000, The

U.S. Geological Survey Modular GroundWater

Model - User Guide to

Modularization Concepts and the GroundWater

Flow Process, USGS Open-File

Report 00-92. Reston, Virginia: U.S.

Geological Survey.

Hooijer, A.: Hydrology of tropical wetland forests:

recent research results from Sarawak peat

swamps, in: Forests-Water-People in the

Humid Tropics, edited by: Bonell, M. and

Bruijnzeel, L. A., Cambridge University

Press, 447461, 2005a.

Nyland, R. D. 2002. Silviculture: Concepts and

Applications (2nd Edition). New York: The

McGraw-Hill Companies, Inc.

Page, S. E., & Waldes, N. 2007. Unlocking The Natural

Resource Functions of Tropical Peatlands:

Understanding The Nature and Diversity of

Peat Swamp Forest Vegetation as A

Foundation for Vegetation Restoration

Studies. In J. O. Rieley, S. H. Limin, & A.

Jaya (Eds.), Proceedings of The

International Symposium and Workshop on

Tropical Peatland (pp. 33 40).

Palangkaraya: EU RESTORPEAT Partnership,

University of Palangkaraya, Indonesia and

Wageningen University and Research

Institute, The NetherlandsAryee, S., Field,

D., and Luk, V. 1999. A cross cultural test of

a model of the work-family interface.

Journal of Management, 25 (4):491511.

Page, S. E., Hosci?o, A., Wsten, H., Jauhiainen, J.,

Silvius, M., Rieley, J. O., Vasander, H.

Restoration Ecology of Lowland

Tropical Peatlands in Southeast Asia:

Current Knowledge and Future Research

Directions. Ecosystems, 12(6), 888905

Rieley, J.O., Ahmad-Shah, A. A., & Brady, M. A. 1996.

The Extent and Nature of Tropical Peat

Swamps. Tropical Lowland Peatlands of

Southeast Asia (pp. 1754). Gland,

Switzerland: IUCN, Gland, Switzerland.

Rieley, J.O., & Page, S. 2008. The Science of Tropical

Peatlands and The Central Kalimantan

Peatland Development Area. Government

of Indonesia, Euroconsult Mott

MacDonald, Royal Netherlands Embassy,

Jakarta, Deltares | Delft Hydraulics.

Ritzema, H. P., & Jaya, A. 2007. Water Management

for Sustainable Wise Use of Tropical

Peatlands. In J.O. Rieley, S. H. Limin, & A.

Jaya (Eds.), Proceedings of The

International Symposium and Workshop on

Tropical Peatland (pp. 41 51).

Palangkaraya: EU RESTORPEAT Partnership,

University of Palangkaraya, Indonesia and

Wageningen University and Research

Institute, The Netherlands.

TOWA. 2004. Duflow Manual Version 3.7.

Suryadiputra, I. N. N., Dohong, A., Waspodo, R. S. B.,

Muslihat, L., Lubis, I. R., Hasudungan, F., &

Wibisono, I. T. (2005). Panduan Penyekatan

Parit dan Saluran di Lahan Gambut

Bersama Masyarakat [The Guidence of

Ditches and Canals Blocking in Peatland

With Communities]. Bogor: Proyek Climate

References> 68Change, Forests and

Peatlands in Indonesia. Wetlands

International Indonesia Programme dan

Wildlife Habitat Canada.

Wibisono, I. T. C., Siboro, L., & Suryadiputra, I. N.

Panduan Rehabilitasi dan Teknik

Silvikultur di Lahan Gambut [The Guidance

of Rehabilitation and Silviculture Technique

in Peatlands]. Bogor: Proyek Climate

Change, Forests and Peatlands in

Indonesia. Wetlands International

Indonesia Programme dan Wildlife Habitat

Canada.




DOI: https://doi.org/10.32679/jth.v6i1.507

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Bintek SDA

Indexed by:
   
     
 
 
 
Sekretariat:
 
Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
 
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.